๐๐๐๐๐๐๐๐, SenyapNews.id - 10 Maret 2026
Sebuah skandal dugaan perampasan aset secara paksa mencuat di Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Seorang warga berinisial DAD (42), akhirnya memberanikan diri membongkar praktik kelam yang dialaminya selama hampir sembilan tahun akibat ulah rekan bisnisnya berinisial AS, warga asal Yogyakarta.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun tim media, kerja sama bisnis yang awalnya dijanjikan berjalan manis kini berujung pada penguasaan aset secara sepihak oleh AS. Tidak hanya hasil kerja sama yang dirampas, namun aset pribadi milik DAD yang tidak terkait bisnis pun turut dicaplok melalui cara-cara yang dinilai licik dan penuh tekanan.
๐๐จ๐๐ฎ๐ฌ ๐๐ฉ๐๐ซ๐๐ง๐๐ข: ๐๐๐ค๐๐ง๐๐ง ๐๐ค๐ง๐ฎ๐ฆ ๐๐๐ง ๐๐ง๐๐๐ฆ๐๐ง ๐๐ซ๐๐ฆ๐๐ง
DAD mengungkapkan bahwa alasannya baru berani bersuara saat ini adalah karena adanya faktor keselamatan. Selama ini, ia mengaku berada di bawah bayang-bayang ketakutan karena AS diduga menggunakan jasa preman dan melibatkan seorang oknum anggota Polri aktif untuk melakukan intimidasi.
"Dulu saya terpaksa mengikuti semua kemauan AS demi keselamatan nyawa saya dan keluarga. Semuanya dilakukan di bawah tekanan preman dan oknum tersebut. Saya dipaksa menyerahkan hak-hak saya, bahkan administrasi tanah dialihkan secara sepihak meskipun secara hukum belum ada proses balik nama resmi," ungkap DAD dengan nada getir.
๐๐๐ฅ๐ข๐๐ข๐ค๐๐ง ๐๐๐ฆ๐ข๐ง๐ข๐ฌ๐ญ๐ซ๐๐ฌ๐ข ๐๐๐ง ๐๐๐ซ๐จ๐ซ ๐๐๐ซ๐ก๐๐๐๐ฉ ๐๐๐ค๐ฌ๐ข
Lebih jauh, DAD membeberkan bahwa AS diduga mendatangi para penjual tanah asal yang secara sah telah dibayar oleh DAD. Dengan membawa 'pasukan' untuk menakut-nakuti, AS disinyalir memaksa para penjual membuat kwitansi baru atas namanya, padahal pihak penjual mengakui secara sadar bahwa tanah tersebut dibeli dan dilunasi oleh DAD.
"Bukti pembayaran asli, kwitansi sah, hingga rekaman CCTV saat intimidasi terjadi di rumah saya, semuanya sudah saya amankan. Saya juga memiliki rekaman suara AS. Para saksi kunci pun sudah siap memberikan keterangan jika persoalan ini berlanjut ke jalur hukum," tegas DAD.
๐๐ฉ๐๐ฒ๐ ๐๐๐๐ข๐๐ฌ๐ข ๐๐๐ฅ๐๐ฅ๐ฎ ๐๐๐ง๐๐๐ฌ
Meskipun telah berulang kali mencoba menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, AS disebut selalu menghindar. Bahkan, saat DAD beritikad baik mendatangi kediaman AS di Yogyakarta, yang bersangkutan enggan menemui dan menutup pintu komunikasi.
Pengamat Integritas Publik yang memantau kasus ini menegaskan bahwa praktik-praktik "koboi" yang melibatkan oknum aparat tidak boleh dibiarkan. Hal ini adalah bentuk perampokan hak warga sipil yang sangat mencederai rasa keadilan. Jika tidak ada itikad baik untuk mengembalikan hak yang dirampas, maka langkah hukum tegas dan pelaporan ke instansi terkait (Propam) menjadi jalur yang tak terelakkan.
DAD menyatakan saat ini masih membuka pintu komunikasi, namun ia juga menegaskan bahwa seluruh bukti sudah siap dibawa ke ranah hukum demi mendapatkan kembali hak-haknya yang dirampas secara paksa.(*)
๐๐๐/๐๐๐


Tidak ada komentar:
Posting Komentar