Serang, Senyapnews.id - Program ketahanan pangan nasional yang digulirkan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Cilayang Guha, Kecamatan Cikesal, Kabupaten Serang, kini menuai sorotan. Kandang bebek yang dibangun dengan anggaran ratusan juta rupiah dilaporkan mangkrak dan hancur tertimpah pohon akibat hujan angin. Senin 1 Juni 2026
Kandang bebek tersebut berlokasi di Kampung Pasirlaban Utara RT.005/RW.002, Desa Cilayang Guha. Kabupaten Serang, bangunan itu tampak kosong dan tak berpenghuni. Ironisnya, sejak awal tertimpah pohon oknum Kepaladesa meminta ganti rugi kepada warga yang diduga pemilik pohon tumbang sebesar Rp.20 Jt.
Disampaikan oleh warga yang namnaya masih dirahasiakan mengatakan kepada wartawan bahwa dirinya bukan pemulik pohon tersebut, dan pohon roboh akibat angin bukan disengaja. "Saya diminta ganti rugi oleh pak lurah sebesar Rp.20 Jt, padahal pohon itu sudah bukan milik saya lagi. Ujarnya
Menurutnya orang suruhan oknum kepala desa hampir mau ambil kendaraanya jika tida membayar ganti rugi yang ditentukan oleh oknum kepala desa tersebut. "Sodaranya sempat menghadang saya di jalan, Kalau kamu tida selesaikan siap siap ajah nanti ditangkap oleh polisi, Jelasnya
Melalui pesan watshaapp oknum kepala desa saat dikonfirmasi mengatakan behwa masalah tersebut tida dipermasalahkan bahkan beliau sudah tida ingat. "Inmpormasi dari siapa, saya minta ganti rugi Rp.20 jt ke pemilik pohon perasan bukan seperi itu, Sampaikan saja yang udah mah udah ajah. Kata oknum kepala desa secara tertulus. (Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar